USULAN PERBAIKAN SISTEM KERJA DENGAN MEMPERTIMBANGKAN PENGARUH SHIFT KERJA TERHADAP KESEHATAN OPERATOR (STUDI KASUS PT. PERTAMINA RU. V BALIKPAPAN)

Selvia Sarungu', Markus Lumbaa, Hari Purnomo

Abstract


Sistem shift kerja merupakan pilihan yang tepat bagi semua jenis bidang industri yang berproduksi secara terus menerus selama 24 jam seperti industri migas. Akan tetapi, dalam penerapannya tentunya ada dampak negatif yang dialami oleh pekerja shift karena jadwal kerja dan waktu istrahat yang tidak teratur. Penelitian ini bertujuan untuk mencari pengaruh kondisi fisik lingkungan terhadap kondisi tubuh operator serta pengaruh psikososial dan ergonomi terhadap kesehatan dan kinerja. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan ergonomi dan psikososial dengan melakukan pengukuran langsung kondisi fisik lingkungan kerja dan kondisi tubuh operator serta menyebarkan kuesioner ke masing-masing operator untuk mengetahui persepsi operator mengenai pengaruh psikososial dan ergonomi terhadap kesehatan dan kinerja. Hasil pengukuran dan hasil kuesioner diuji statistik dengan menggunakan regresi linear sederhana dan One Way Anova. Dari hasil uji statistik diketahui psikososial dan ergonomi secara bersama-sama memberikan pengaruh 33.5% terhadap kesehatan pada shift pagi, 25.7% pada shift sore dan 38.0% pada shift malam sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain. Berdasarkan hasil tersebut, rekomendasi yang bisa diberikan untuk perbaikan sistem kerja dengan mempertimbangkan pengaruh shift kerja terhadap kesehatan operator yang ada di unit pengolahan air PT. Pertamina Refinery Unit V Balikpapan yaitu membenahi penerangan pada beberapa titik di lapangan yang belum memadai saat ini, memilih bahan dan mendesain baju kerja yang sesuai pada saat suhu lingkungan panas, memasang safety gate untuk menghindari gangguan binatang buas pada saat operator bekerja shift malam, perlu menambah pengawas lapangan dan operator wajib menggunakan Alat Pelindung Diri (APD).


Keywords


shift; ergonomi; psikososial; kesehatan; kinerja

Full Text:

PDF

References


Firmana, A. S. & Hariyono, W. 2011. Hubungan Shift Kerja dengan Stres Kerja Pada Karyawan Bagian Operation PT. Newmont Nusa Tenggara di Kabupaten Sumbawa Barat. Jurnal KESMAS, No. 1, Vol. 5, p 41-44.

Hidayat, A. A. 2005. Model Penelitian Kesehatan. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

Kodrat, K. F. 2011. Pengaruh Shift Kerja Terhadap Kelelahan Pekerja Pabrik Kelapa Sawit Di PT. X Labuhan Batu. Jurnal Teknik Industri, No. 2, Vol. 12, p 110-117.

Kusnendi. 2008. Model-Model Pembelajaran Struktural. Bandung: Alfabeta.

Madide, S. 2003. Effects of Night Shift Schduless on Nurses Working in a Private Hospital in South Afrika. Thesis: Lulea University of Technology.

Maurits, L. S. & Widodo, I. D. 2008. Faktor dan Penjadualan Shift Kerja. Jurnal Teknoin, No. 2, Vol. 13, p 11-22.

Menteri Lingkungan Hidup. 1996. Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 48. Jakarta: Kementerian Lingkungan Hidup.

Purnomo, H. & Rizal. 2000. Pengaruh Kelembaban, Temperatur Udara dan Beban Kerja Terhadap Kondisi Faal Tubuh Manusia. Jurnal LOGIKA, No. 5, Vol. 4, p 35-47.

Ramayuli, S. 2004. Hubungan Faktor Individu dan Shift Kerja Dengan ProduktivitasTenaga Kerja Wanita Pada Bagian Pengepakan di PT. INDOFOOD Sukses Makmur Tbk. Cabang Medan Tahun 2004. Skripsi: AFKM-USU. Medan.

Suma’mur, P. K. 1994. Higiene Perusahaan dan Kesehatan Kerja. Jakarta: Gunung Agung.

Suma’mur, P. K. 2009. Higiene Perusahaan dan Kesehatan Kerja (Hiperkes). Jakarta: Sagung Seto.

Tayyari & Smith. 2003. Occupational Ergonomic. London: McGraw-Hill.

Wignjosoebroto, S. 2003. Ergonomi Studi Gerak dan Waktu. Surabaya: Guna Widya.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.