PEMBUATAN BIODIESESL DAN PENGARUH JENIS PELARUT DAN MASSA BIJI TERHADAP % YIELD EKSTRAK MINYAK BIJI KETAPANG (Terminalia catappa Linn)

Debora Ariyani, Eka Megawati, Prapti Ira, Arnelia Sadesi, Mersya Andre Sugiarto

Abstract


Ketapang (Terminalia cattapa Linn) merupakan salah satu tumbuhan yang menghasilkan minyak nabati. Keterbatasan akan bahan baku untuk menghasilkan minyak yang dapat dikonversikan menjadi bahan baku alternatife pengganti minyak bumi menyebabkan berkembangnya penelitian untuk mencari tumbuhan yang berpotensi sebagai menghasilkan minyak yang dapat dijadikan bahan baku biodiesel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui identifikasi dan hasil transesterifikasi dari ekstrak biji ketapang Metode yang dilakukan untuk menghasilkan minyak yang dapat dijadikan bahan baku biodiesel. Metode yang dilakukan untuk menghasilkan minyak adalah ekstraksi (perkolasi) dengan variasi massa 25 gram, 30 gram, 35 gram, 40 gram, 45 gram dan 50 gram dengan lamanya siklus ekstraksi 8 siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar minyak yang dimiliki ketapang mencapai 27,28% yang optimum pada penelitian ini dipengaruhi oleh variable massa, dengan massa 40 gram. Berat jenisnya dihasilkan 0,77 – 0,80 gr/ml, kandungan asam lemak bebas (%FFA) 3,7%-4,8%. Angka iod 0,22-0,33.


Keywords


Ketapang; Ekstraksi; %Yield; % FFA

Full Text:

PDF

References


Agatemor,C. dan Ukhun, M.E. 2006. Nutritional Potential of Tropical Almond (Terminalia Catappa L.). Pakistan Journal of Nutriton.

M. Faizal. dan Prastya. N., 2009. Pengaruh Jenis Pelarut, Massa Biji, Ukuran Partikel dan Jumlah Siklus Terhadap Yield Ekstraksi Minyak Biji Ketapang. Teknik Kimia Fakultas Teknik Unversitas Sriwijaya


Refbacks

  • There are currently no refbacks.